TANJUNG JABUNG BARAT – Tim Terpadu Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan ground check dan pendinginan di bekas titik panas (hotspot) di RT 04 Parit 6, Dusun Karya Lestari, Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih menyala di dalam lahan pascakebakaran yang terjadi pada Kamis (20/8/2026).
Hasil pengecekan menemukan sisa bara yang masih mengeluarkan asap tebal pada area sekitar 30 meter persegi. Lahan terdampak diperkirakan mencapai satu hektare dan merupakan lahan semi gambut dengan tanaman campuran produktif.
Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat Ipda Ucen mengatakan, tim gabungan langsung melakukan penyiraman dan pendinginan pada titik-titik yang masih ditemukan bara api di dalam lapisan gambut.
“Tim Satgas Terpadu terus melakukan pendinginan terhadap titik-titik bara api yang masih hidup di dalam gambut. Personel juga dibagi pada beberapa titik untuk mempercepat proses pendinginan serta membuat sekat pembatas,” ujar Ipda Ucen.
Penanganan melibatkan 29 personel gabungan yang terdiri dari Polsek Betara, KMPA Desa Muntialo, Manggala Agni, BPBD Tanjab Barat dan masyarakat. Sejumlah peralatan pemadaman turut digunakan untuk mendukung proses penyiraman dan pendinginan.
Selain melakukan penyiraman, petugas membuat sekat pembatas untuk mengantisipasi api kembali meluas. Penanganan di lapangan menghadapi kendala keterbatasan sumber air karena sebagian parit kanal kebun telah mengering. Debit Sungai Betara yang menuju kawasan perkebunan masyarakat juga dalam kondisi surut.
Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau turut menjadi perhatian. Berdasarkan pengecekan di lapangan, kedalaman lapisan gambut di lokasi diperkirakan mencapai sekitar satu meter sehingga pemantauan dan pendinginan perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api.
“Patroli rutin tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kembali kebakaran. Kondisi lahan yang kering dan keterbatasan sumber air menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan,” jelas Ipda Ucen.
Setelah proses pendinginan, personel gabungan akan melanjutkan patroli dan pemantauan secara berkala di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik panas maupun api.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dan lingkungan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah kebakaran meluas.