Tribratanewsjambi - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi mencatat arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Siginjai 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026 terpantau berjalan lancar, meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik jalur mudik.
Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus kendaraan masih terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan yang signifikan.
“Untuk pemantauan arus, secara umum termonitor lancar walaupun terdapat sedikit peningkatan volume kendaraan,” terang Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, Kamis, (26/03/2026).
Dirlantas Polda Jambi mengatakan bahwa pihak kepolisian tetap menemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan pemudik. Selama operasi berlangsung, tercatat sebanyak 1.414 lembar teguran diberikan kepada pelanggar lalu lintas.
Kombes Pol. Adi Benny Cahyono menjelaskan bahwa jenis pelanggaran yang paling dominan berkaitan dengan kelengkapan administrasi pengemudi maupun kendaraan. Selain itu, ditemukan pula pelanggaran terkait muatan kendaraan yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan di jalan.
“Pelanggaran yang dominan adalah terkait kelengkapan administrasi pengemudi dan kendaraan, termasuk muatan kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan,” jelas Perwira Menengah Polda Jambi
Informasi data kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Siginjai 2026 mencatat sebanyak 32 kejadian. Dari jumlah tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, lima orang mengalami luka berat, dan 49 orang mengalami luka ringan.
Polda Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kelengkapan kendaraan, serta menjaga kondisi fisik saat berkendara guna meminimalisir risiko kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.