Polda Jambi Segel Perusahaan Sawit Penyebab Karhutla

By administrator 01 Okt 2019, 09:35:42 WIB kriminal
Polda Jambi Segel Perusahaan Sawit Penyebab Karhutla

Tribratanewsjambi - Direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi berhasil mencium dan mengungkap adanya pembakaran lahan dilakukan perusahaan yang beroperasi di Desa Jati Mulyo Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur itu. Perusahaan tersebut adalah PT Dewa Sawit Sari Persada (DSSP).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Thein Tabero SH SIK yang didampingi Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi dengan instansi Dinas Kehuatan menjelaskan penyegelan dan pelanggaran hukum perusahaan sawit (Humas Polda)

Tak butuh waktu lama, polisi langsung bertindak tegas. Lokasi perkebunan sawit perusahaan tersebut langsung disegel pada Senin (30/9/2019).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Thein Tabero SH SIK yang didampingi Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi menjelaskan, kejadian bermula pada 8 September silam sekitar pukul 19.00 wib telah terjadi kebakaran lahan perkebunan PT DSSP.

“Lokasi area yang terbakar berada di blok B5, B6, dan B7 dan sampai hari Kamis tanggal 12 September 2019 dengan luas yang terbakar kurang lebih 45 Hektare,” ujar Kombes Pol Thein Tabero, saat berada di lokasi lahan yang terbakar.

Menurut Kombes Pol Thein, ada sekitar 30 hektar lahan yang terbakar. Posisi lahan tersebut kosong. “Dan ada 15 Hektare yang sudah ditanami kelapa sawit,” kata perwira melati tiga tersebut.

Dan setelah dilakukan penyelidikan dan pengecekan terkait kebakaran, Direktorat Reserse Kriminal Khusus menemukan bukti bahwa PT DSSP tidak memiliki standar minimal sistem dan sarana prasarana pencegahan dan penanggulangan karhutla sesuai yang tertuang dalam Permentan 05 tahun 2018 tentang pembukaan atau pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar.

“Padahal PT DSSP ini telah melakukan usaha perkebunan kelapa sawit sejak tahun 2007 sampai sekarang,” kata Kombes Pol Thein Tabero.

Tapi ironisnya, perusahaan itu tidak mengantongi izin usaha perkebunan.

“Perkebunannya seluas 434,85 hektare, dan kita dari Ditreskrimsus Polda Jambi menyegel lahan yang terbakar tersebut,” tegasnya.

Atas kejahatan ini polisi menjerat perusahaan sawit tersebut dengan pasal 98 dan atau pasal 99 Jo pasal 116 UU RI no 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pelaku dan perusahaannya bisa dikenai ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling tinggi 10 Milyar,” pungkas Thein Tabero.

Perusahaan Sawit Disegel Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jambi 

Dan untuk setiap perusahaan perkebunan yang melakukan usaha Budi daya tanaman perkebunan dengan luasan skala tertentu dan atau usaha pengelolaan hasil perkebunan dengan kapasitas pabrik tertentu yang tidak memiliki izin usaha perkebunan sebagai mana dimaksud pasal 105 Jo pasal 47 ayat 1 UU RI no 39 tahun 2014 tentang perkebunan dikenakan ancaman pidana paling lama 5 tahun denda paling tinggi 10 Milyar.

Ditambahkan Direskrimsus, selain kita menyegel lahan PT DSSP, kita juga menghadirkan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi untuk mengambil sampel tanah yang terbakar dan tidak terbakar untuk melihat hasil dari laboratorium lingkungan hidup.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


SOSIAL MEDIA

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Marine Cushion

    Jadi inget dulu pas jaman sekolah juga pernah di datengin sama bapak-ibu polisi untuk ...

    View Article
  • Boat Cushion

    Memang alat keselamatan sangat harus diperhatikan dan dibutuhkan untuk sebuah kapal, ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video