Isi Materi Pelatihan Kader Dasar PMII, Ipda Sudiro Paparkan Tentang Bahaya Radikalisme

By administrator 23 Nov 2019, 23:14:27 WIB Nasional

Berita Terkait

Berita Populer

Isi Materi Pelatihan Kader Dasar PMII, Ipda Sudiro Paparkan Tentang Bahaya Radikalisme

Tribratanewsjambi - Kegiatan Pelatihan kader dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan tema "Menangkal Radikalisme di Dalam Kampus" berlangsung sukses. 

Pelatihan Kader yang bertempat di HBA Institute Jl. Imam Bonjol, RT 09, Kelurahan Telanai Pura, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi berlangsung pada Jum'at (22/11/2019) sekira pukul 14.30 WIB. 

Kegiatan yang diikuti peserta 50 orang ini dilaksanakan oleh PMII komisariat Universitas Jambi dengan mengundang pembicara dari Polda Jambi yang diwakili oleh Ipda Sudiro, S.Pd.I dan dihadiri oleh Kanit 1 Subdit 3 Ditintelkam Polda Jambi Kompol Jarot Suryoko, dan ketua PC PMII Kota Jambi Hanif Hermanto S.H.

Dalam sambutannya Ketua PC PMII Kota Jambi mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah hadir serta meminta maaf kepada pemberi materi atas keterlambatan dalam memulai acara hari ini. 

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini kita terhindar dari paham radikalisme," ucapnya. 

Sementara itu pemateri Ipda Sudiro, S.Pd.I mengatakan bahwa radikalisme dari bahasa Latin radix yang berarti akar. Radikalisme ialah gerakan dengan tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme.

Lebih lanjut diterangkannya, gerakan ini telah muncul pada masa kemerdekaan Indonesia, bahkan dapat dikatakan sebagai akar gerakan Islam garis keras era reformasi. Gerakan dimaksud adalah DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) dan Negara Islam Indonesia (NII) yang muncul era 1950- an, tepatnya tahun 1949. 

"Pada awalnya, alasan utama dari radikalisme agama atau gerakan-gerakan Islam garis keras tersebut adalah dilatarbelakangi oleh politik lokal, diantaranya dari ketidakpuasan politik, keterpinggiran politik dan semacamnya," terangnya. 

"Namun setelah terbentuknya gerakan tersebut, agama meskipun pada awalnya bukan sebagai pemicunya, kemudian menjadi faktor legitimasi maupun perekat yang sangat penting bagi gerakan Islam garis keras," terangnya lagi. 

Dipaparkannya, ciri-ciri radikalisme adalah melakukan upaya penolakan secara terus-menerus dan menuntut perubahan drastis yang diinginkan terjadi dan orang-orang yang menganut paham radikalisme biasanya memiliki keyakinan yang kuat terhadap program yang ingin mereka jalankan.

Selain itu, penganut radikalisme tidak segan-segan menggunakan cara kekerasan dalam mewujudkan keinginan mereka serta penganut radikalisme memiliki anggapan bahwa semua pihak yang berbeda pandangan dengannya adalah bersalah.

"Salah satu cara untuk menangkal radikalisme didalam kampus, yakni dengan melakukan kegiatan yang positif sehingga paham radikalisme tidak mudah masuk ke dalam kampus," pungkasnya. 

Penulis Lilik Adhi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


SOSIAL MEDIA

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Marine Cushion

    Jadi inget dulu pas jaman sekolah juga pernah di datengin sama bapak-ibu polisi untuk ...

    View Article
  • Boat Cushion

    Memang alat keselamatan sangat harus diperhatikan dan dibutuhkan untuk sebuah kapal, ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video