Bhabinkamtibmas Mediasi Sengketa Lahan Antara Yayasan Hidayatullah Dengan Masyarakat Desa Mandala

By administrator 21 Mar 2017, 13:47:24 WIB Polres Tanjab Barat

Berita Terkait

Berita Populer

Bhabinkamtibmas Mediasi Sengketa Lahan Antara Yayasan Hidayatullah Dengan Masyarakat Desa Mandala

 

Betara, 20 Maret 2017 pukul 10.00 wib, Untuk mencegah konflek sosial yang meluas Bhabinkamtibmas Desa Serdang Jaya Polsek Betara Aiptu Joko Sujatmiko bersama Banit Intel Bripka Bangun. S, mediasi sengketa status kepemilikan lahan/tanah wakaf antara Yayasan Hidayatullah dengan warga masyarakat Desa Mandala Jaya, kegiatan berlangsung di Ruang Aula Bale Desa Mandala Jaya Kec. Betara Tanjab Barat.

Pertemuan di hadiri Kades Mandala Jaya, Kadus Harapan Jaya II, Ketua RT. 05 Sidik, Ketua Yayasan Hidayatullah Kudri dan H. Fathur Rahman serta perwakilan masyarakat sebanyak 18 orang.

Hasil dalam pertemuan tersebut :
Masyarakat RT.05 Dusun Harapan Jaya II Desa Mandala Jaya mempertanyakan perkembangan dan status lahan yang dimiliki oleh Yayasan Hidayutullah dimana tanah seluas -+ 1 Ha yang di wakafkan oleh warga masyarakat untuk pembangunan Pondok Pesantren sejak tahun 2005 belum ada perkembangannya serta terselesaikan sehingga masyarakat meminta kembali tanah tersebut dengan pihak Yayasan Hidayatullah untuk digarap oleh masyarakat sendiri karena dinilai tidak ada kemajuan/perkembangan.

Dengan permasalahan tersebut pihak Yayasan Hidayatullah memberi penjelasan melalui Saudara KUDRI selaku Ketua Yayasan tersebut bahwa lahan seluas -+ 1 Hektar yang berdampingan lahan dengan SMK AL-HAKIM diperoleh dari hibah lahan masyarakat kepada Saudara H. FATHUR RAHMAN dan tanah tersebut sekarang  telah disertifikat sejak tahun 2015 oleh BPN Kabupaten Tanjab Barat dan oleh pihak yayasan Hidayatullah akan dibangun Ponpes dan Paud dimana hak tersebut di serahkan oleh H. Fathur Rahman  pada bulan Desember 2016 kepada pihak Yayasan Hidayatullah serta tidak ada transaksi Jual Beli Lahan antara H. Fathur Rahman kepada Yayasan Hidatullah yang selama ini menjadi polemik di masyarakat.

Aiptu Joko Sujatmiko, mengungkapkan bahwa setelah masyarakat Mandala Jaya mengetahui duduk permasalahannya tentang tanah wakaf tersebut,  maka warga masyarakat dengan pihak yayasan dalam pertemuan tersebut telah disepakati bahwa  masyarakat setuju untuk dilanjutkan pembangunan pengembangan dunia pendidikan Ponpes dan Paud, "ungkapnya.

Dan dari pihak Yayasan Hidayatullah dengan terbuka mengajak masyarakat untuk bergabung di dalam kepengurusan untuk memajukan yayasan dengan tujuan pembangunan Pendidikan Ponpes dan Paud, jelas Kudri.

Kapolres Tanjab Barat melalui Kapolsek Betara AKP PANDIT WASIANTO, S.I.K.S.H., mengungkapkan bahwa kegiatan pertemuan tersebut sebagai upaya untuk memperjelas duduk permasalahannya, ternyata setelah dilakukan pertemukan keduabelah pihak yang bersengketa hanya kesalah pahaman saja dan permasalah tersebut sudah dapat dapat di selesaikan dengan baik dan warga sepakat mendukung Yayasan Hidayatullah untuk meneruskan membangun ponpes di lokasi tanah tersebut, " ungkap Kapolsek.                       




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


SOSIAL MEDIA

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Marine Cushion

    Jadi inget dulu pas jaman sekolah juga pernah di datengin sama bapak-ibu polisi untuk ...

    View Article
  • Boat Cushion

    Memang alat keselamatan sangat harus diperhatikan dan dibutuhkan untuk sebuah kapal, ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video